Minggu, 25 Desember 2011

meinita dwiayu lestari

Awal aku bertemu dengannya itu saat ulangan tengah semester berlangsung. saat itu aku kelas 2 SMA jurusan IPS. ku hanya melihatnya sekilas dan terus kepikiran akan dirinya.
suatu saat dihari terakhir uts aku melihat daftar nama peserta ulangan diruang 203. seorang gadis bernama "meinita Dwiayu Lestari" itulah nama yang aku ingat.
perkenalan kami pun dimulai dari jejaring sosial "Facebook", sampai suatu ketika aku memberanikan diriku untuk menyapanya secara langsung, memang nervous sih tapi, lega juga.

gak kerasa, perkenalan kami pun menjadi akrab. dia itu anaknya asik, ramah, enak diajak ngomong, manis, cakep, dan satu hal yang gak bisa aku lupain sampai sekarang, yaitu senyumannya.

aku memang suka padanya dari awal, tapi aku pendam itu karena seorang teman ku sedang mendekatinya. aku pun tak mengganggu.

tapi saat temanku tidak mendekatinya lagi, ya aku ungkapkanlah perasaan ku padanya.
tapi aku melakukan kesalahan, yaitu aku hanya menyatakan perasaan ku saja tanpa bertanya bagaimana perasaan dia kepadaku, egoisnya aku.

tapi hubungan ku dengan dia setelah aku menyatakan perasaan menjadi semakin dekat, aku mulai bisa bangkit dari keterpurukanku saat itu.
cuma dialah yang bisa membuat ku semangat kembali, dia lah yang memberi ku alasan mengapa aku hidup didunia ini

tak terasa, aku sudah duduk dikelas 3 SMA jurusan IPS. Namun, itu tak membuat ku senang. aku harus kembali bersedih karena dia pindah sekolah. dia pindah sekolah ke sebuah SMA di daerah jakarta Pusat.
memanglah tidak mudah untuk aku menerima kepindahan dia, namun apa boleh buat. aku tidak bisa mencegahnya.
selama liburan, aku selalu text message sama dia, menanyai kabarnya, keadaannya dan lainlain. jujur aku selama liburan hanya memikirkan dia

suatu malam, saat aku masih liburan kenaikan aku mencoba untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya untuk kedua kali lewat sms dan bertanya apakah kamu mau menjadi pacar aku? namun ia bertanya kepadaku, "apakah kamu serius? kamu itu sadar tidak, kamu itu sebentar lagi masuk perguruan tinggi, lagipula kita kan tidak satu sekolah lagi dan akupun belum siap". tapi aku menjawab dengan kesungguhan hati. "aku serius, mana mungkin aku bercanda untuk urusan seperti ini, aku sadar, namun apa yang menjadi kendala bagi ku? walaupun kita tidak satu sekolah, aku masih bisa datang kerumahmu. aku akan menunggu sampai kamu siap.
ia pun terdiam dan kembali mengirimkan ku sebuah sms "sampai kapan kamu akan menunggu? diluar sana masih banyak wanita lain yang lebih baik dari aku"

aku langsung membalasnya "aku akan menunggu walau sampai kapanpun itu, memang banyak wanita lain diluar sana, tapi hanya kamu seorang yang ada di hati aku"
banyak orang berkata, kalo menunggu itu membosankan, tapi bagiku tidak sama sekali membosankan.

hari demi hari kulewati, ada saat dimana dia marah kepada ku, sungguh aku tak tahu mengapa. namun hal itu membuat aku dan dia tidak ada hubungan sama sekali hingga 1 bulan, selama itu akupun berpikir, kenapa dengan dia? kenapa dia begini? tapi aku tau, mungkin ini salah ku. akhirnya aku mulai mention dia, berharap dia tidak lagi marah kepadaku. sungguh sampai saat ini aku tidak tahu kenapa dia marah kepadaku.
memang sih awal-awal mention dia itu agak jutek tapi lamalama sudah kembali seperti biasa. mungkin karena kangen aku dan dia mentionmentionan sampai larut malam.